Sabtu, 15 Agustus 2015

Hidup Karena Harapan



Berbicara tentang harapan, berarti kita tengah membicarakan sesuatu yang abstrak. Harapan menjadi landasan bagi seseorang untuk terus melakukan sesuatu. Meski tidak dapat diindrakan dan didefinisikan secara pasti, harapan pada dasarnya ada di setiap diri manusia. Tanpa harapan manusia akan mati. Tanpa harapan hidup manusia akan berakhir.
 Namun, terlepas dari visualisasi harapan yang abstrak, sesungguhnya harapan itu sangatlah jelas dilihat dari obyeknya. Seseorang yang memiliki semangat untuk melangkah kedepan, sangat deskriptif terhadap apa atau siapa harapan yang sedang digantungkan di pundaknya. Harapan itu menjadi tajam manakala langkahnya berada di jalur yang benar. Namun sebaliknya, harapan itu semakin memudar ketika langkahnya menapaki jalur yang tidak beraturan.
Sengguh luar biasa fungsi harapan bagi seorang manusia. Orang yang jatuh, bisa bangkit lagi karena ada harapan. Orang yang pingsan bisa sadar kembali karena ada harapan. Orang yang sakit bisa sembuh kembali sebab ada harapan. Sekecil apapun harapan yang ada dalam diri kita, ia ibarat lilin yang menerangi jalan gelap hidup manusia. Tetapi, apakah semua harapan yang manusia genggam itu bisa mendatangkan kesuksesan dalam hidup? Apakah setiap harapan itu akan terwujud? Dan apa yang terjadi jika harapan manusia pada akhirnya berpaling dan tidak memberikan hasil yang berarti?
Setiap harapan pasti memiliki standarisasi level yang tinggi menurut perspektif masing-masing orang. Orang yang harapannya kecil, menganggap bahwa kemampuan dirinya sangatlah terbatas. Ia sadar posisinya sebagai manusia yang lemah, tidak punya daya dan upaya melainkan apa yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Ia tidak berharap banyak, atas segala yang telah dilakukannya, seakan-akan itu semua mustahil untuk diraih. Ia memastikan bahwa terlalu banyak berharap hanya akan membuat dirinya terbuai angan-angan.
Lain halnya orang yang memiliki harapan yang besar, meskipun ia tahu bahwa kemampuannya sangatlah terbatas, namun ia memikiki semangat yang tinggi untuk meraihnya. Tidak peduli apakah ia harus melewati jurang, menyelami lautan, melintasi gurun pasir, harapan itu tetaplah harapan. Harapan yang snagat sulit diraih adalah yang membuatnya kuat. Karena harapan itu ia mampu terus berdiri tegak, melalui segala rintangan dan cabaran, menggapai kesuksesan-kesuksesan kecil walaupun pada akhirnya ia tidak tahu apakah ia sanggup menggapai harapannya yang lebih besar.
Intinya, besar atau kecil sebuah harapan, yakinlah bahwa harapan itu akan mengantarkan pada si empunya untuk tetap meneruskan hidup menggapai tujuan yang ingin dicapai. Harapan memiliki banyak sisi yang jika dimaknai akan sangat menyadarkan kita tentang pentingnya seseorang untuk hidup. Untuk terus melakukan yang terbaik bagi hidup.
Bagi orang yang mengerti akan arti pentingnya sebuah harapan, ia akan dengan senang hati melakukan apapun demi harapannya itu. Ia benar-benar tahu bahwa harapannya itu tidak pernah mengecewakannya. Ia sadar, harapannya adalah harapan dari segala harapan yang ada di muka bumi ini. Ia akan terus berharap meski harapannya telah tiada,
karena harapannya adalah jiwa dari seluruh jiwa miliknya yang terlahir dari mahacipta sang Maha Kuasa,
mengenal Novel "Maha Cinta" karya Aguk Irawan MN
Judul        :  Maha Cinta (Sepotong Kisah Nyata dari Cinta Ragawi ke Cinta Ukhrawi)
Penulis     :  Aguk Irawan MN
Penerbit   :  Glosaria Media
Cetakan   :  September, 2014
Tebal       :   454, 12 x 19 cm
Harga       :  68.000

informasi pemesanan dan pembelian bisa didapatkan di sini
Terimakasih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar