Berbicara
tentang harapan, berarti kita tengah membicarakan sesuatu yang abstrak. Harapan
menjadi landasan bagi seseorang untuk terus melakukan sesuatu. Meski tidak
dapat diindrakan dan didefinisikan secara pasti, harapan pada dasarnya ada di
setiap diri manusia. Tanpa harapan manusia akan mati. Tanpa harapan hidup
manusia akan berakhir.
Namun, terlepas dari visualisasi harapan yang
abstrak, sesungguhnya harapan itu sangatlah jelas dilihat dari obyeknya.
Seseorang yang memiliki semangat untuk melangkah kedepan, sangat deskriptif
terhadap apa atau siapa harapan yang sedang digantungkan di pundaknya. Harapan
itu menjadi tajam manakala langkahnya berada di jalur yang benar. Namun
sebaliknya, harapan itu semakin memudar ketika langkahnya menapaki jalur yang
tidak beraturan.
Sengguh
luar biasa fungsi harapan bagi seorang manusia. Orang yang jatuh, bisa bangkit
lagi karena ada harapan. Orang yang pingsan bisa sadar kembali karena ada
harapan. Orang yang sakit bisa sembuh kembali sebab ada harapan. Sekecil apapun
harapan yang ada dalam diri kita, ia ibarat lilin yang menerangi jalan gelap
hidup manusia. Tetapi, apakah semua harapan yang manusia genggam itu bisa
mendatangkan kesuksesan dalam hidup? Apakah setiap harapan itu akan terwujud?
Dan apa yang terjadi jika harapan manusia pada akhirnya berpaling dan tidak
memberikan hasil yang berarti?
Setiap
harapan pasti memiliki standarisasi level yang tinggi menurut perspektif
masing-masing orang. Orang yang harapannya kecil, menganggap bahwa kemampuan
dirinya sangatlah terbatas. Ia sadar posisinya sebagai manusia yang lemah,
tidak punya daya dan upaya melainkan apa yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Ia
tidak berharap banyak, atas segala yang telah dilakukannya, seakan-akan itu
semua mustahil untuk diraih. Ia memastikan bahwa terlalu banyak berharap hanya
akan membuat dirinya terbuai angan-angan.
Lain halnya
orang yang memiliki harapan yang besar, meskipun ia tahu bahwa kemampuannya
sangatlah terbatas, namun ia memikiki semangat yang tinggi untuk meraihnya.
Tidak peduli apakah ia harus melewati jurang, menyelami lautan, melintasi gurun
pasir, harapan itu tetaplah harapan. Harapan yang snagat sulit diraih adalah
yang membuatnya kuat. Karena harapan itu ia mampu terus berdiri tegak, melalui
segala rintangan dan cabaran, menggapai kesuksesan-kesuksesan kecil walaupun
pada akhirnya ia tidak tahu apakah ia sanggup menggapai harapannya yang lebih
besar.
Intinya,
besar atau kecil sebuah harapan, yakinlah bahwa harapan itu akan mengantarkan
pada si empunya untuk tetap meneruskan hidup menggapai tujuan yang ingin
dicapai. Harapan memiliki banyak sisi yang jika dimaknai akan sangat
menyadarkan kita tentang pentingnya seseorang untuk hidup. Untuk terus
melakukan yang terbaik bagi hidup.
Bagi orang
yang mengerti akan arti pentingnya sebuah harapan, ia akan dengan senang hati
melakukan apapun demi harapannya itu. Ia benar-benar tahu bahwa harapannya itu
tidak pernah mengecewakannya. Ia sadar, harapannya adalah harapan dari segala
harapan yang ada di muka bumi ini. Ia akan terus berharap meski harapannya
telah tiada,
karena harapannya adalah jiwa dari seluruh jiwa miliknya yang terlahir dari mahacipta sang Maha Kuasa,
mengenal Novel "Maha Cinta" karya Aguk Irawan MN
Judul : Maha Cinta (Sepotong Kisah Nyata dari Cinta Ragawi ke Cinta Ukhrawi)Penulis : Aguk Irawan MN
Penerbit : Glosaria Media
Cetakan : September, 2014
Tebal : 454, 12 x 19 cm
Harga : 68.000
informasi pemesanan dan pembelian bisa didapatkan di sini
Terimakasih..
